Huh. Lagi-lagi masalah ini yang di bahas. Tahu tidak apa yang membuatku semakin kesal? Vater menyuruhku untuk membaca buku semacam Self Help yang dipopulerkan oleh M. Scott Peck. Well, lelaki yang lahir di sebuah kota yang terkenal dengan Empire State Building ini memang pernah menjadi salah satu penulis buku terbaik. Tetapi, apakah Vater dan uma benar-benar berpikir bahwa aku ini sudah lack of knowledge? Aku bukan orang yang aneh. Aku juga bukan orang yang pemalu atau mudah depresi. Bukan sama sekali. I’m just an introvert. Introverts process their emotions, thoughts, and observations internally. They can be social people, but reveal less about themselves than extroverts do. Ah, sepertinya percuma juga kalau aku berbicara seperti itu di depan mereka. Aku bukan tipikal orang yang NATO (No Action Talk Only). Aku sudah berusaha untuk menunjukkan bahwa apa yang aku lakukan memang harus dilakukan. Duh, aku tidak boleh mengeluh seperti ini. Ada baiknya kalau aku meyakinkan mereka lagi bahwa apa yang aku lakukan ini memang untuk kebaikan. Bukan hanya untuk aku. Tetapi, hal ini aku lakukan untuk dunia. Bukan hanya untuk manusia yang tinggal di bumi. Hewan dan tumbuhan pun aku s
... baca selengkapnya di Mereka Bilang Aku Gila (Part 1) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Selasa, 14 Juni 2016
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)
Kamis, 09 Juni 2016
Wiro Sableng #28 : Petaka Gundik Jelita
Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212
Karya: Bastian Tito
Episode : PETAKA GUNDIK JELITA
SATUHutan kecil itu terletak di teluk yang sangat sepi. Hanya deburan ombak terdengar menderu di pasir sepanjang siang dan malam hari. Ombak yang begitu ganas membuat teluk itu hampir tak pernah didatangi manusia termasuk nelayan pencari ikan. Tersembunyi di balik kerapatan pepohonan dan semak belukar terdapat sebuah pondok kayu beratap ijuk. Bangunan ini cukup besar, memiliki dua kamar serta langkan lebar. Dua orang tampak duduk di langkan, berhadap-hadapan satu sama lain. Untuk beberapa saat lamanya tak satupun dari mereka membuka mulut bersuara.
Duduk di sebelah kanan di dekat pintu adalah seorang tua berambut sangat putih, berkulit hitam, mengenakan pakaian berupa selempang kain kuning muda. Parasnya yang keriput dimakan usia tampak tenang walau benak dan lubuk hatinya disamaki berbagai pikiran dan perasaan. Di hadapannya duduk bersila seorang pemuda berpakaian putih, berbadan langsing dan berkulit puith halus. Rambutnya yang hitam agak tersuruk oleh ikat kepala putih. Meskipun dia berpakaian cara laki-laki, namun keelokan paras dan kehalusan kulitnya tak dapat menyembunyikan bahwa sebenarnya pemuda ini adalah seorang gadis berusia sekitar delapan belas tahun.
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #28 : Petaka Gundik Jelita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Jumat, 03 Juni 2016
Sahabat Yang Pertama
Jonathan, anak cowok baru. Tubuhnya tinggi, kulitnya putih, dan wajahnya tampan. Selain penampilannya yang keren, dia Juga berotak cerdas. Benar-benar cowok sempurna. Tak heran bila dia menjadi idola banyak teman cewek di sekolah.
Jonathan memang segalanya, tapi sayang dia cenderung pendiam. Kalau bicara hanya seperlunya saja. Ia tidak suka bergaul atau berkumpul dengan teman-teman cowok yang lainnya. Ia Juga tidak pernah mengikuti kegiatan yang diadakan di sekolah. Oleh karena itu, dia tidak mempunyai teman atau pun sahabat dekat di sekolah.
Jonathan datang ke sekolah hanya untuk belajar. Pulang sekolah dia langsung kabur entah kemana. Saat istirahat, dia hanya duduk di dalam kelas sambil membaca buku. Tidak ada istilah nongkrong di kantin sambil ngobrol dengan sesama teman. Palingan dia nongkrong di perpustakaan. Menurutku, orang yang tidak gaul seperti dia mestinya hidup di hutan saja…
Selama ini Jonathan memang selalu menjadi Juara pertama di kelas. Namun sayang, kepintarannya itu sepertinya membuat dia Jadi sombong dan suka meremehkan orang lain. Karena sikapnya itu, aku merasa tertantang untuk mengalahkannya.
Akhirnya, kesempatan itu datang ketika nilai ulangan matematikaku ternyata lebih tinggi dari Jonathan. Aku bersyukur karena Pak Abbas, guru matematika, membacakan nilai matematika di depan kelas, sehingga Jonathan mendengar bahwa nilai ulangan matematika ku lebih tinggi dari nilainya.<
... baca selengkapnya di Sahabat Yang Pertama Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Senin, 30 Mei 2016
Ketika Kita Mencintai ?
Apabila ’Aku mencintaimu karena Dikau mencintaiku’, maka Cintamu menjadi semata-mata seperti reaksi transaksi timbal balik, seperti seseorang sedang berjualan dan yang satunya sedang membeli di hiruk pikuk sebuah pasar.
Dan Cintamu bukanlah lagi sebuah ’cinta yang sakral tanpa syarat’ Akan tetapi lebih menjadi hal lumrah yang murah dan diperoleh dengan sangat mudah.
Mencintai tidak mengenal meminta balasan ataupun segala bentuk imbalan apapun sebagai balasannya; atau bahkan tidak merasakan perasaan bahwa Engkau sedang memberi sesuatu – karena perasaan memberi akan membuatmu menunggu balasan, apapun bentuknya walau sekedar ungkapan terimakasih atas pemberianmu,
Mencintai lebih dari memberi sesuatu, Ketika Engkau mencintai Engkau berbagi bagian kehidupanmu yang terindah
Karena:
’Mencintai membuat Dirimu menjadi insan yang bebas’
Memberi tanpa ikatan dan keterlekatan
yang menanti balasan,
menunggu pamrih apapun,
maupun menunggu jawaban:
’Aku
... baca selengkapnya di Ketika Kita Mencintai ? Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Tentang Cinta Dalam Kehidupan Kita
“There is a comfort in the strength of love: ‘Twill make a thing endurable, which else would overset the brain, or break the heart. – Ada kedamaian dalam kekuatan cinta: ‘Mereka (cinta) akan menjadikan sesuatu berjalan dengan baik, dimana yang lain dapat menyebabkan pusing atau patah hati.” ~ William Wordsworth
Pada 23 November 2006 saya diundang dalam sebuah seminar motivasi National Achievers Congress 2006. Kebetulan dua di antara empat pembicara dalam seminar tersebut adalah teman lama saya, yaitu Happy S. Tjandra, penulis buku Motiv-8, dan Darmadi Darmawangsa, penulis buku Fight Like A Tiger, Win Like A Champion. Sedangkan dua pembicara yang lainnya adalah Tony Christiansen dari Selandia Baru dan Dwi Krismawan.
Materi motivasi dari pembicara terakhir yang saya sebutkan tadi benar-benar menginspirasi saya tentang peran cinta dalam kehidupan. Dwi Krismawan mengungkapkan bagaimana ia terbebas dari jurang keterpurukan dan berhasil menciptakan kehidupan yang penuh kebahagiaan. Cinta telah berperan sangat penting dalam kehidupannya.
Sebenarnya cinta begitu penting bagi siapa pun di dunia ini seperti tubuh memerlukan oksigen. Seorang filosof seper
... baca selengkapnya di Tentang Cinta Dalam Kehidupan Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Rabu, 25 Mei 2016
Break Your limit
Oleh: Ahmad Arwani
Tahukah anda siapa pemegang paten terbanyak di dunia sepanjang masa? Dialah Thomas Alfa Edison dengan 1093 jenis patennya. Dengan tidak mengenal batas dia coba bereksplorasi dari 1 kegagalan ke kegagalan lainnya. Dari kegagalan-kegagalan tersebut dia menemukan banyak kendala dan keterbatasan. Namun semua itu tidak mempan menghadang langkahnya, justru dari situlah muncul berbagai ide lain yang akhirnya berhasil diwujudkan. Jika dia terpaku pada kendala dan keterbatasan, kita tidak akan pernah mengenal lampu pijar seperti saat ini bukan?.
Siapa pula yang tidak kenal dengan Kolonel Sanders. Semua orang pasti mengenalnya sebagai salah satu koki yang mendunia dengan Kentucky Fried Chicken. Tapi kira-kira sadarkah anda bahwa resep ayamnya laku setelah mengetok pintu ke seribu? Artinya dia tidak pernah menyerah seratus, duaratus, lima ratus delapan ratus pintu dilewati untuk akhirnya menemukan pintu ke seribu yang membelalakkan mata dunia di kemudian hari.
Sadarkah diantara kita, kita terlalu terpaku pada limit/keterbatasan. Paradigma orang yang sukses hanya milik orang kaya saja, “urat saya urat miskin jadi usaha pun pasti seret”, “saya bukan tipikal pengusaha jadi ya jadi
... baca selengkapnya di Break Your limit Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Sabtu, 21 Mei 2016
BELAJAR MENANGGUNG RISIKO KEHIDUPAN DARI ANAK KECIL
16 November 2006 – 10:52 (Diposting oleh: Editor)
“Remember that great love and great achievements involve great risk. – Ingat! Cinta yang besar dan prestasi tinggi melibatkan resiko yang besar pula.” ~ Anonim
Risiko memiliki komponen ketidakpastian. Seumpama seseorang meloncat dari gedung berlantai 21 dan mengenakan parasut di punggungnya, ia tidak punya kepastian apakah nantinya parasut itu terbentang dengan baik ataukah tidak. Jika parasut itu gagal di kembangkan, dia berisiko terluka atau meninggal. Tetapi jika ia terjun tanpa parasut, jelaslah ia pasti meninggal dan berarti ia sama sekali tidak menghadapi risiko. Karena risiko itu ditandai dengan berbagai kemungkinan atau ketidakpastian.
Risiko juga bersifat perorangan. Kalaupun misalnya terjadi luberan lumpur panas seperti yang terjadi di Porong – Jawa Timur itu pasti tak hanya dihadapi perusahaan pengebor gas bumi. Tetapi risiko luberan lumpur panas tersebut juga menimpa semua komponen, diantarnya para pemegang saham, kreditur, dewan direksi, pegawai, terlebih penduduk sekitar yang harus mengungsi meninggalkan rumah dan harta benda karena terendam lumpur panas, dan lain sebagainya.
Kita menghadapi risiko setiap hari entah pada saat kita menyeberang jalan, makan, sekolah atau mengejar angkuta
... baca selengkapnya di BELAJAR MENANGGUNG RISIKO KEHIDUPAN DARI ANAK KECIL Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu