Kamis, 05 November 2015

TAMBAK BOYO (EMBUNG), YOGYAKARTA



Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai salah satu spot mancing yang cukup dikenal para mancing mania khususnya di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Mungkin para mancing mania di luar Yogyakarta juga sudah mengetahui salah satu spot mancing di Yogyakarta ini yaitu Tambak Boyo atau disebut juga Embung. Ketenaran dari waduk ini mungkin disebabkan oleh karena waduk ini merupakan salah satu waduk yang cukup luas yaitu kurang lebih 8 Ha untuk luas genangan airnya. Dan juga merupakan waduk yang memiliki suasana yang nyaman dan sejuk karena terletak dekat dengan pegunungan. Oleh karena itu pemerintah setempat sangat serius untuk melestarikan waduk ini sejak tahun 2003.

 Gambar 1. Waduk Tambak Boyo

Waduk Tambak boyo ini terletak di Dusun Tambak Boyo, Sleman-Yogyakarta. Salah satu keistimewaan dari waduk ini yaitu terletak tidak jauh dari kota Yogyakarta dan berdekatan dengan Perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. Dan juga akses untuk menuju ke waduk ini tidak sulit, dari kota Yogya dapat berjalan melalui Ringroad Utara menuju ke timur, dan sampai di perempatan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Yogyakarta belok ke arah utara melewati Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia. Jalan yang tesedia di tepi waduk ini pun cukup luas dan bagus, yaitu terbuat dari conblock yang bisa dilewati oleh 2 mobil. Setiap hari waduk ini diramaikan oleh pengunjung yang memiliki berbagai aktifitas seperti memancing, berolah raga, ngumpul bersama teman-teman, hingga ada juga sebagai tempat untuk berfoto. para pengunjung cukup betah untuk berada di waduk ini. Karena waduk ini juga terdapat beberapa warung yang menjual makanan dan minuman ringan.

Gambar 2. Jalan tepi Tambak Boyo

Untuk para mancing mania, salah satu keistimewaan dari waduk ini yaitu merupakan salah satu spot yang bagus buat mendapatkan berbagai jenis ikan air tawar (freshwater). Di waduk Tambak boyo ini memiliki banyak jenis ikan yang hidup, seperti ikan nila, ikan lele, ikan gabus, ikan bawal air tawar, ikan redslayer, ikan sidat, lobster tawar, dll. Tetapi di waduk ini lebih dominan ikan nila. Karena pemerintah setempat banyak menyebar benih ikan nila dan juga di beberapa bagian banyak terdapat lumut alami yang merupakan pakan utama dari ikan nila.

Kegiatan memancing di waduk ini hampir setiap hari dilakukan oleh para mancing mania dari segala asal daerah. Khususnya warga Yogyakarta dan sekitarnya. Dan juga hampir setiap waktu aktifitas memancing dilakukan di tempat ini, waktu yang cukup ramai untuk memancing dilakukan pagi (antara jam 05.00 - 10.00 WIB), sore (antara jam 15.00 - 18.00 WIB)dan malam hari (jam 20.00 - 01.00 WIB). Rata-rata para mancing mania sudah memilki waktu favoritnya masing-masing.

Para mancing mania yang memancing di waduk ini memiliki beragam teknik memancing yang dipakai. Yaitu teknik dasar dengan menggunakan umpan cacing, dengan pelampung menggunakan pelet, dan juga menggunakan joran tegek dengan umpan lumut. Tergantung dari target ikan yang diinginkan. Biasanya bila ingin mendapatkan ikan nila yang besar, para mancing mania menggunakan teknik dasaran dengan umpan cacing, pelet maupun lumut. Dan ada juga menggunakan joran tegek biasanya dipakai untuk mendapatkan ikan nila yang lebih kecil menggunakan lumut.

Tiga bulan terakhir ini sering terlihat kekecewaan dari raut wajah para mancing mania, karena susahnya untuk mendapatkan ikan di waduk ini. Mungkin disebabkan perubahan cuaca yang terjadi 3 bulan terakhir yang ekstrim di Yogyakarta. Sehingga perubahan tersebut membuat ikan tidak mau makan. Warga setempat memiliki pendapat bahwa perubahan musim ini menyebabkan ikan jadi tidak mau makan dan juga banyak para mancing mania yang menggunakan teknik mencekrik untuk mendapatkan ikan. Dalam hal ini disebabkan oleh karena trauma yang terjadi pada ikan. Padahal pemerintah setempat telah memberikan larangan untuk memancing dengan menggunakan teknik mencekrik, ngebom, dan juga menyeterum dengan listrik. Tetapi pada saat ini sudah kembali normal. Ditandai dengan banyaknya para mancing mania mendapatkan ikan nila yang cukup besar dengan menggunakan teknik memancing yang normal. Salah satunya yaitu penulis mendapatkan ikan nila yang besar. Kembali normalnya kondisi ini disambut dengan seruan oleh para mancing mania yaitu "Embung is Back". 

Gambar 3. Strike Nila 

Gambar 4. Ikan Nila besar

Memancing ikan nila di waduk ini memilki beberapa keaneka ragaman teknik yang digunakan, salah satunya bermain di dasar dengan menggunakan cacing dan pelet, serta dengan umpan lumut. Cacing yang digunakan oleh para mancing mania di waduk ini adalah cacing unthel (ungker) dan phosphor.

Ada salah satu keunikan dari pemancing yang memancing di waduk Tambak Boyo ini yaitu, rata-rata satu orang pemancing menggunakan joran pancing yang banyak 2 sampai 5 joran yang semuanya digunakan bersamaan. Dan juga komunikasi dan kekeluargaan para pemancing sangat akrab. Apalagi pada saat salah seorang pemancing mendapatkan ikan, maka dari segala penjuru pasti memperhatikannya dan berseru.

 Gambar 5. Pemancing Tambak Boyo

Sebagai spot memancing di waduk Tambak boyo ini memiliki spot-spot khusus, yaitu spot memancing dengan menggunakan lumut (di bagian barat) dan spot memancing dengan menggunakan cacing (di bagian timur). Terpisahnya spot memancing ini tejadi karena keyakinan para mancing mania akan hal spot ikan yang mau makan lumut dan ikan yang mau makan cacing. 

 Gambar 6. Spot mancing di Tambak Boyo


Bagaimana para mancing mania, tertarik untuk mencoba spot mancing di Waduk Tambak Boyo Yogyakarta dengan sensasi strike ikan nila besarnya?

Senin, 02 November 2015

                                Mancing di Gajah Mungkur

       Spot Mancing Terbaik di Surakarta

Tinggal di Solo atau menetap di karesidenan Surakarta untuk Anda yang hobi mancing tentu saja sangat menguntungkan, Karesidenan Surakarta memiliki banyak lokasi atau spot mancing dari Waduk hingga rawa dengan berbagai jenis ikan air tawar; serta berbagai jenis dan ukuran ikan yang beragaman pula.
Karakter ikan untuk spot waduk sedikit berbeda dengan spot rawa, umumnya dari jenis ukuran ikan dan warna ikan atau agresifitas ikan. Rawa adalah genangan air atau tempat penampungan air dimana kondisi air akan selalu ada sepanjang tahun, sementara waduk adalah tempat penampungan air yang dibuat untuk menampung air hujan untuk kebutuhan irigasi. Dilihat dari fungsi dan jenis air rawa memiliki jenis ikan yang besar, kenapa demikian karena air rawa selalu ada sepanjang tahun, siklus hidup dan berkembang ikan relatif lebih lama dari pada beberapa waduk yang hanya mengandalkan air hujan. Semakin besar ukuran ikan saat strike sensasinya juga berbeda dengan ikan ukuran kecil.
Tidak semua waduk memiliki cadangan air yang selalu ada sepanjang tahun, pada puncak musim panas jumlah air di waduk bisa mencapai titik terendah atau hanya sisa 10% dari kapasitas total air genangan. Artinya siklus hidup ikan akan berhenti karena tidak adanya air, proses perkembangan ikan akan berlangsung setelah bibit ikan kembali ditanam pada saat waduk memiliki jumlah air yang melimpah.
Bagi Anda warga Solo atau tinggal di karesidenan Surakarta yang memiliki hoby memancing, berikut ini beberapa Spot mancing terbaik yang berada di karisedenan Solo yang wajib Anda coba. Untuk memudahkan saya mulai dari lokasi spot terdekat hingga terjauh dari kota Solo.
Spot Mancing Waduk Cengklik  
Secara administratif waduk Cengklik terletak di kabupaten Boyolali, lokasi waduk terletak di Desa Ngargorejo dan Sobokerto, Kecamatan Ngemplak. Waduk dengan luas genangan 300 ha ini dibangun pada zaman Belanda, tujuannya untuk mengairi lahan sawah seluas 1.578 ha. Untuk menuju waduk Cengklik dari kota Solo cari arah ke Bandara Adi Sumarmo, dari bandara jarak waduk sekitar ± 1,5 KM ( sebelah barat ). Dari kota Solo spot mancing waduk Cengklik berjarak kurang lebih 15 Km dengan jarak tempuh 20-30 menit.
Spot Mancing Waduk Cengklik 1
Karena lokasi waduk sebelumnya adalah areal persawahan maka pada musim kering dimana debit air turu lokasi spot mancing berubah menjadi hamparan sawah. Saat musim panas anda bisa mencoba memancing dengan teknik lempar atau dengan pelampung dengan umpan lumut di spot bendungan.
Spot Mancing Waduk CengklikPeta lokasi waduk Cengklik dari kota Surakarta
Spot Mancing Waduk Gajah Mungkur
Waduk Gajah Mungkur terletak di Wonogiri, lokasi spot mancing waduk sangat luas mencakup tuju kecamatan, pembangunan waduk ini dimulai dari tahun 1970 dan selesai tahun 1978, Waduk ini dibuat untuk menampung aliran sungai Bengawan Solo. Waduk dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha  ini bisa mengairi sawah seluas 23600 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Fungsi waduk selain untuk  memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 MegaWatt.
Spot Mancing Waduk Gajah Mungkur
Jenis ikan diwaduk Gajah Mungkur relatif lebih beragam bila dibandingkan dengan waduk lain di karesidenan solo, teknik mancing disini jug asangat beragam, luas waduk yang membentang di tuju kecamatan membuat teknik mancing juga berbeda-beda. Jenis ikan monster (ukuran besar) cukup banyak tentu saja karena lamanya waduk dibuat dan luasnya waduk, salah satu ikan yang cukup terkenal di sana karena ukurannya adalah ikan Patin, rekor ikan yang pernah di tangkap mencapai 20 Kg. Menurut sumber warga disana pernah terihat ikan Patin dengan ukuran +- 2 Meter.
Spot Mancing Waduk Gajah Mungkur a
Spot Mancing Waduk Gajah Mungkur b
Sumber : Paguyuban Pemancing Gresik
Untuk teknik mancing Patin ini lokasi spotnya berada di bendungan, bisa menacing pada saat air bendungan dibuka ataupun ditutup. Teknik mancing dengan umpan pada saat air bendungan di tutup, sementara pada saat air bendungan dibuka cukup dengan pancing tanpa umpan namun dengan pemberat yang besar, teknik nya lempar pancing ke tengah kemudian tarik perlahan, jika beruntung ikan akan tersangkut di mata pancing. Teknik ini memang menunggu ikan yang tersangkut di kail pancing jadi sediakan kail sebanyak mungkin dalam satu joran.
Selain ikan Patin dan Sogo ikan jenis lainnya cukup beragama mulai dari Gabus (kutuk), Nila, Munjair. Teknik mancing dengan model pelampung dengan umpan ikan lumut juga cukup populer di Waduk Gajah Mungkur.
Spot Mancing Rawa Jombor
Rawa Jombor terletak di Klaten, Spot mancing di rawa jombor sangat terkenal karena di rawa jombor terletak rumah makan terapung yang menjadi objek wisata disini. Lokasi Rawa Jombor berada di desa Krakitan,kecamatan Bayat,kabupaten Klaten,Jawa Tengah. Jarak Rawa Jombor dengan pusat kota klaten 8 Km, rawa ini memiliki luas sekitar 198 Ha dengan daya tampung air sekitar 4 Juta meter kubik dengan kedalaman berkisar 4,5 M.
Spot Mancing Waduk Jombor
Nama Jombor pada awalnya adalah nama sebuah Desa yang merupakan lokasi tempat waduk, seiring berjalannya waktu desa itu berganti nama menjadi desa Krakitan, lokasi sediktar rawa Jombor adalah perbukitan  kapur sehingga pada musim kemarau daerah disekitar bukit tergenang air yang lama kelamaan menjadi rawa. Rawa jombor mulai difungsikan untuk sarana irigasi untuk kebutuhan pengairan kebun tebu di desa Pedan pada tahun 1917 dengan membuat terowongan sepanjang 1 km, proses pembuatan terowongan irigasi selesai pada tahun 1921.
Rawa jombor pada masa penjajaha Jepang dijadikan waduk untuk sarna irigasi dengan dibuat tanggul mengelilingi rawa dengan lebar tanggul mencapai 4 meter, proses pembuatan tanggul ini berlangsung tahun 1943 selesai pada tahun 1944 yang menggunakan tenaga kerja Romusa. Selesai masa penjajahan Jepang oleh pemerintah kota Klaten waduk Jombor masih dijadikan sebagai sarana irigasi dengan memperluas tanggul menjadi 12 meter, proses pembuatan tanggul ini berlangsung tahun 1967-1968 dengan memanfaatkan tenga kerja dari Tapol.
Jika Anda berkunjung ke rumah makan terapung di rawa Jombor di dekat rumah makan terapung banyak ditemui para pemancing yang umumnya memancing menggunakan teknik pelampung dengan umpan lumut. Lokasi mancing ini berada tepat di pinggir jalan, untuk jenis ikan yang menjadi sasaran pemancing adalah Nila atau Munjair.

Waduk Wadaslintang

MENGUNJUNGI waduk Wadaslintang, sudah pasti Anda akan disambut hamparan air yang tenang dan keindahan landscape yang membentang. Selain itu yang pasti dijumpai ketika plesir ke objek wisata di perbatasan Kebumen dan Wonosobo itu adalah banyaknya orang yang serius memancing di pinggir waduk.

Ya, ratusan pemancing di lokasi itu memang ada setiap saat. Saat liburan atau pada hari biasa, dapat dipastikan selalu ada yang memancing ikan. Seolah tidak mengenal waktu, selama 24 jam mereka selalu berada di waduk tersebut.
Ternyata pemancing ikan di tempat itu, bukan hanya mereka yang sekadar hobi. Melainkan ada yang sudah menjadi mata pencaharian sehari-hari. Di lokasi itu, pancing murahan seharga ribuan sampai ratusan ribu itu beradu cepat mendapatkan ikan.

Ada yang hasil pancingan itu dijual untuk kebutuhan. Namun ada pula yang sekadar iseng untuk oleh-oleh keluarga. Kendaraan yang dibawa ke lokasi pemancingan itu pun berfariasi. Mulai yang hanya jalan kaki dari rumahnya, sampai ada yang mengendarai
mobil mewah.

Sadiyo (35) pemancing yang berasal dari Desa Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo misalnya mengaku memancing sebagai pekerjaan sehari-hari. Ia menjual hasil pancingan yang ia dapatkan, berupa antara lain ikan nila, bawal, wader, gurami, dan tawes.

"Harganya Rp 9.000/kg," ujarnya saat menawarkan ikan nila hasil pancingannya kepada sejumlah pengujung, kemarin.

Andree (27) pemancing lain mengaku betah duduk berlama-lama menunggu kailnya. Bersama puluhan pemancing lainnya, dia bisa bisa seharian duduk di pinggir waduk. Untuk melindungi dari panas, ia pun berbekal payung."Saya juga membawa bekal dari rumah," ujarnya mengaku setiap hari memancing ia mendapatkan ikan antara 4-5 Kg.

Berbeda dengan Sunarto (45), ia rela datang dari Purwokerto hanya untuk memuaskan hobi memancingnya. Pertama kali ia tahu lokasi pemancingan itu dari teman kerja
nya dari Kebumen. "Di sini memang ibarat surga bagi orang yang hobi memancing," katanya menyebutkan hasil tangkapanya ia bawa pulang untuk oleh-oleh keluarga.

Yang lebih menarik lagi, bagi penghobi pemancing yang tidak membawa makanan sejumlah warung yang berada di kawasan itu menyediakan berbagai macam makanan. Menu utama yang cukup spesial adalah nila goreng dan pepes nila yang masih segar.

Salah satu warung yang menyediak
an menu tersebut adalah milik Umi Ariningsih (37). Tak tanggung-tanggung warung tersebut melayani selama 24 jam non stop. Ibu anak dua itu megaku, ikan-ikan yang ia jual merupakan ikan hasil tangkapan para pemancing. Ikan tersebut dijamin segar karena merupakan ikan liar, bukan dari keramba. Jika diibaratkan ayam, ikan hasil pancingan merupakan ayam kampung, dagingnya lebih enak, sedangkan ikan yang dikeramba ibarat ayam lehor," katanya.

Malik (27) pengujung asal Kebumen mengaku tertarik mengunjungi
area pemancingan tersebut. Ia mengaku sangat menikmati santap siang dengan menu nila goreng dipadu dengan sayur sop sembari memandang ketenangan waduk tersebut.
Mungkin Bagi para pemancing wilayah jawa Barat,akan merasakan hal lain jika memancing d
Wadas Lintang, tidak akan kita temukan rakit-rakit tempat untuk yang biasanya disewakan pemilik untuk para pemancing.para angler disini biasa mencari spot dengan menggunakan perahu sewaan keliling waduk atau mencari spot potensial yang biasaya spot yang disukai angler adalah spot yang ada pepohonan/Gutget dalam bahasa angler jawa Barat.Banyak juga para angler disana memilih spot di pinggiran waduk dengan menggunakan payung,seperti yang kita jumpai di daerah saguling,Japra Khususnya.
       ikan babon Nila yang menjadi target utama pemancing disini bisa mencapai bobot 2kg,3kg bahkan menurut salah satu pemancing ada juga yang bisa mencapai bobot 5kg.Fantastis.ingin Mencoba..? silahkan berpetualang ke waduk wadas lintang.

Minggu, 18 Oktober 2015

Memancing Itu Mengasyikan


          Seperti yang sudah diulas di tulisan terdahulu, begitu banyak Angler/ Fisher/ Pemancing di Wilayah Jawa Barat. Beberapa teknik, resep umpan, komunitas dan Group Publik maupun tertutup di Media Sosial pun bermunculan. Ada beberapa istilah dikalangan para Angler seperti :
      - Golonos / ngagaik/digigit anjing (digegel gogok dlm bahasa sunda) alias Boncos/ Zonk
        (Hasil akhir memancing yang kurang memuaskan atau sama sekali tidak mendapatkan ikan)
     - Rakit                                                          
       (Tempat untuk memancing terbuat dari bambu dengan  penaung yang dikenakan biaya sewa)
     - Kenceh 
       (Rangkaian mata kail, rangkaian berdasarkan umpan yang digunakan dan masing masing)
        rangkaian berbeda satu sama lainya
     - Jeujeur / Joran
       Alat pancing terbuat dari fiber
     - Badot 
       Ikan babon atau ikan berukuran besar

        Para angler bisa menyewa rakit untuk melakukan aktivitas memancing di lokasi yang kita inginkan, biasanya para pemancing mencari info spot mana yang lagi ramai atau spot yang banyak mendapatkan hasil dari pemilik rakit, tukang bargas/ perahu, dari rekan sesama pemancing maupun dari Media Sosial. Hal ini dilakukan untuk menghindari golonos, ngagaik ataupun zonk. Meskipun hasil memancing dipengaruhi oleh beberapa factor, cuaca, umpan, teknik dan factor Hoki atau keberuntungan tentunya.
          Dari hobi yang satu ini kita bisa mendapatkan hal positif, bertambahnya pengetahuan memancing, menambah rekan atau teman dari berbagai kota. 
Badot
Korban Golonos / Zonk
Biasanya jika jarang atau tidak ada strike, pemancing akan tidur atau pindah Lokasi /                       Hijrah/Berkelana
Jika beruntung hasil mancing cukup memuaskan
 Badot anakan,4 tahun kemudian jadi badot beneran


       

Sabtu, 17 Oktober 2015

 Essense Perangsang Ikan

Bukan rahasia umum lagi jika para angler sebagian mencampur essense pada umpan mereka ketika mancing terutama di Kolam Galatama Ikan Mas atau Galatama Ikan Lele.
Pemancing di alam liar maupun di waduk atau bendungan pun essense kini sudah digunakan. Untuk memancing Ikan Nila yang menggunakan umpan lumut essense yang biasa digunakan adalah essense yang berbau wangi sepertiVanila, Pandan, Nangka, Strawbery, dll. ( kaya mau bikin kue aja pake pewangi ).
Essense campuran cacing biasa menggunakan anyiran seperti essense Daging, Tenggiri, Bulus, Kepiting, dll. Untuk menggunakan essense dibutuhkan beberapa kali percobaan atau campuran beberapa wangi atau rasa ( harus belajar mata pelajaran ilmu Essense nih para angler) penggunaan yang tidak tepat takaran mengakibatkan angler Boncos alias Ngaggaik ( Bhs pemancing Jabar ).
        Beberapa Angler atau pemancing banyak memilih untuk menggunakan umpan Normal atau tanpa essense dengan alasan tidak mengetahui takaran atau takut Bunuh Diri ikan malah kabur dari spot kita. Untuk hal ini semua tergantung kepada pilihan para Angler.
selain digunakan untuk campuran umpan essense atau perangsang dicampur pada bandul atau media bom dengan tujuan mengumpulkan ikan di spot yang kita inginkan.
Halco Freshwater ( halco untuk air tawar ) adalah salah satu essense atau perangsang yang sudah banyak digunakan oleh beberapa angler untuk campuran bandul dengan catatan harus mengetahui takaran atau dosis pemakaian, jika salah takaran/ over dosis maka ikan hanya berkumpul di spot tanpa mau makan umpan kita bahkan ikan akan menjauh dari spot atau lapak kita. Halco biasanya digunakan hanya sekitar 1/2  s/d 1cm  yang dicampur dengan air panas kemudian dicampur dengan umpan atau Bandul tergantung banyak dan sedikitnya umpan dan bandul yang digunakan.
Tidak jarang Angler hanya memakai sebesar pentul korek Halco Freshwater untuk campuran umpan dan bandul dengan harapan tidak membuat ikan kabur atau hanya berkumpul tanpa mau makan umpan.
untuk pemesanan Halco pin 56f01d4d

Halco Fresh Water digunakan untuk memancing di air tawar
Halco Salt Water digunakan untuk memancing dilaut, beberapa angler mengolesi umpan dgn sedikit Halco. Jangan mengoles Halco Pada Joran karena akan sia sia hehe..




Teknik Bandul, Bom dan Paralak
                   

Teknik Ngebandul atau Ngebom adalah teknik atau ritual yang dilakukan pemancing dengan tujuan untuk mengumpulkan ikan. Bahan yang digunakan untuk melakukannya bervariasi :
       1. Campuran dedak, menir dan parutan kelapa yang sudah disangrai 
       2. Pelet dengan merk tertentu, parutan kelapa dicampur sedikit larong atau ebi (udang halus)
       3. Pelet, menir beras, sangrai kelapa parut dan tepung atau menir ketan hitam.
       4. Sedikit pelet, menir dan lumut yang dihancurkan dengan cara digunting halus.
           (jika pemancing dominan menggunakan umpan lumut)
       5. Parutan ketela pohon/ di busukan selama 3 - 4 hari, kemudian di campur dedak dan pelet
       6. Buah sukun yang masak iris halus lalu keringkan/ dijemur.  Blender sampai halus, campur                  dengan menir dan pelet
       7. Sediakan 2 genggam cacing kalung/ cacing tanah atau cacing sawah atau cacing merah                        gunting halus, & di campur pelet.
       8. Menir, pelet dan sedikit Halco ( Perangsang Ikan Import ) cukup 1/2 atau 1 cm

           Untuk ramuan ini penggunaan Halco harus tepat takaranya, jika over dosis maka ikan hanya     berkumpul tanpa mau makan umpan atau hanya menyambar tali senar pancing.
Namun kini pemancing tidak perlu repot membuat ramuan Bom atau Bandul karena saat ini sudah banyak toko pancing yang menyediakan berbagai merk dan campuran ramuan untuk bandul / Bom Dalam kemasan.
Penggunan bahan racikan bom atau bandul pun disarankan untuk jangan terlalu banyak untuk mencegah ikan di spot kita kekenyangan sehingga malas menyambar umpan kita.
Pemancing biasa melakukan Bandul / Bom pada dini hari sekitar pukul 05.00 wib - 05.30 wib
siang hari dan sedikit di sore hari.

Paralak 
Teknik ini diharapkan agar ikan yang sudah berkumpul di titik spot yang kita inginkan tidak kabur dengan cara menebar butiran menir atau pelet disekitar spot.
Note : Paralak jangan terlalu sering dan jangan dilakukan ketika banyak strike atau lagi banyak Sangutan. Jangan ngebom atau maralak pake nasi apalagi dengan lauk pauknya, karena hal ini akan mengakibatkan pemancing lapar & ikan bubar.
JANGAN NGEBOM ATAU NGEBANDUL DENGAN WADAH NYA SEPERTI EMBER DAN BASKOM, untuk menghindari anda dimaki maki pemancing sebelah lapak dan ikan pun ngumpet diember tersebut. (just kidding...serius amat )